Kurobek mulutku agar dapat berteriak lebih kencang
memakimu... karena kau tiada pernah mengerti
tiada pernah mengerti rasaku
Aku berteriak kencang untuk menutupi ketelanjanganku
ketelanjangan yang kau torehkan
seakan membuka semua diriku
aku berteriak kencang
karena aku tiada mau melihat ketelanjanganku sendiri
meski sesungguhnya aku malu
aku tahu ini bukan natalku
aku belum berani berucap..
aku lemah... aku tidak mampu mengendalikan diriku
maafkan aku.... ini belum menjadi natalku
Kamis, 25 Desember 2008
Inikah Natalku?
Diposkan oleh
ika rahutami
di
09:32
Label: puisi dan kata
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

2 komentar:
hmm.... apa salah satu kasus seperti "AKU BENCI NATAL" ya?
....
klo iya jg gpp kok, aku berusaha memahami.
Sabarlah,dik.eh!salah,mbak. hehehe...(canda)
Poskan Komentar