Kamis, 26 Juni 2008

sapa semu

semalam engkau datang..
setelah sekian lama kutunggu
tanpa bisa menyentuh
tanpa bisa berucap
apalagi berteriak

setiap detik rasa aku hadir
di kemayaanmu
hanya ingin membisikan
bahwa engkau tidak pernah mengerti
yang sesungguhnya terjadi

mungkin angin yang mengantarmu datang malam ini
dan engkau tidak menemu apapun
karena begitu tipis,
batas antara egoisme tuk tetap memilikimu dan bening hati

mungkin angin akan mengantarmu datang lagi
agar semakin hari kau semakin mengerti
lihatlah dengan mata jernihmu
telusurilah dengan ujung jarimu
satusatu ungkap kemayaan
dan biarkan angin yang akan mengantar
rasa sejati yang semoga tidak beralih duka

(buat perempuan, yang hadir malam tadi di kemayaanku
Mungkin jelajahmu lebih indah, ketika kamu tidak harus menelan
sapa semu di awal temumu meski dia begitu ingin milikimu)

Tidak ada komentar: