Kamis, 23 Oktober 2008

Hadiah


Hadiah….suatu kata yang indah yang selalu membuat kita gembira.

Hadiah pun bisa bermacam-macam dari yang sangat sederhana, sampai ke yang sangat mahal. Dan ukuran kemahalan pun juga bermacam-macam. Bisa mahal karena harga, namun bisa juga mahal karena upaya yang dilakukan sangat sulit…


Hadiah pun bisa menjadi sesuatu yang sangat simpel atau pun sangat rumit.... (dari sisi manapun dipandang). Misalnya adiku sing lagi di Groningen.. dia cuman pesen ama bojonya.. Mas kalo aku pulang, reading corner dan cat rumah udah baru ya... Gubrakkkk lha kan bojone mumet pollll.....


Yang simpel tapi mahal.... Hmmmmm Aku jadi teringat, pada jaman 80an, temen2ku yang punya pacar pendaki gunung, selalu menanti kekasih datang dengan membawa bunga edelweis.... uihhhhh ini bergengsi sangat tinggi. Hadiah ini menjadi hadiah yang ’mahal’ karena perjuangannya mendaki gunung, dan memetik edelweis bagi pujaan hatinya... hehehhe... padahal mungkin aja si cewek diapusi dengan beli edelweis di kaki gunung... ckckckck...


Anakku Eki, punya cara lain untuk memberikan hadiah. Eki merupakan anak yang sangat perhatian dan selalu berusaha memanjakan orang lain (wah agak gawat kalo dia besok mulai pacaran). Kadang ketika aku pulang kuliah... dia sambil bergelanyut bilang..”Bu... ada carabikang kesukaan ibu di lemari lo...” ya, sederhana dan murah, cuman 3000 rupiah paling. Tapi ternyata dia menyempatkan diri pulang sekolah dengan jalan kaki ke tukang kue carabikang kesukaanku itu. Atau lain kali, ketika ulang tahun perkawinan kaki nini, dia menyuruh eyangnya itu pergi. Dan ternyata dia bikin pie stroberi... bentuknya tidak rapi sih... tapi itu merupakan surprise buat kanin, yang sangat menggembirakan. Sederhana, tapi penuh cinta.

Hadiah juga sering datang tidak dinyana. Maksudnya, kita mungkin tidak berminat ngasih hadiah, tapi mungkin bagi orang lain ini adalah sebuah hadiah..


Seperti kemarin ketika Tedjo, anakku yang sulung pulang telat, karena ngurus film dia yang error padahal harus diputar di misa sore hari. Jam 4 sore dia pulang dengan tergopoh-gopog. Aku tidak lagi banyak tanya, cuman ”wis maem Ga?”. ”Belum Bu, Ibu masak apa?”. ”Lha mau apa, ibu gorengin endog aja ya..”. Kemudian dia mandi, karena jam 4.30 harus kumpul lagi. Sampai meja makan... dia teriak senang... ”Bu.... makasih banget ya... udah ada telur goreng yang baunya lezat banget, dan ibu bikinin milo dingin. Makasih banget ya bu... tenan makasih ya...” halah sesuatu yang sederhana, tapi bagi Tedjo, ini hadiah dariku karena dia kerja keras.. dan bagiku kata2nya adalah hadiah yang sangat indah...


Yang ini adalah cerita seorang teman. Seorang temang yang menurutku tidak rasional. Kenapa? Lha iyalahhhh... orang dia masih menjadi tempat curhat ter’oke’ bagi mantan pacarnya. Si mantan ini meninggalkan dia dengan cara yang menurutku tidak polite. Dia menggenggam cewek lain, ketika masih berjalan bersama. Dan karena cinta si cewek akhirnya membebaskan kekasihnya pergi. Karena katanya cinta itu membebaskan. Akhir-akhir ini si mantan sering cerita, terutama tentang hubungannya dengan cewek yang lain lagi. Dan dia masih bisa menjadi pendengar dan pemaham yang baik. Aku tanya, kok kamu bisa?? Ya aku hanya ingin memberi yang terbaik saja bagi orang lain.... meski aku sendiri mungkin luka dan sedih...

Bagiku kasus ini juga merupakan hadiah.... hadiah bagi si mantan...hadiah yang diberikan dengan suatu kesungguhan.


Tiba-tiba aku teringat akan omongan Mario Teguh dalam The Golden Way....

Aku ingin menghadiahkan diriku bagi kebahagianmu.....


Apa pun hadiahnya... ketika kita memberikan dengan hati yang terbuka, maka tentu akan menjadi sesuatu yang terindah buat orang lain.

8 komentar:

vin mengatakan...

yang asalnya dari hati, hasilnya touching y mbak :)

Aruphadatu mengatakan...

"Aku ingin menghadiahkan diriku bagi kebahagianmu....." Meski ini kata mutiara dari orang lain...namun ketika seseorang telah mensitirnya maka tidak heran ungkapan ini menjadi miliknya juga.

Mbak Ika ingin menghadiahkan pengetahuan dan keindahan hidupnya untuk kebahagiaan orang lain. Hehehehhe...sengaja dibangun ungkapan begitu biar sepadan dengan niat yang tulus murni dan cemerlang yang keluar dari lubuk hati mbak ika yang terdalam.

Blog ini pun adalah pemberian yang tiada tara bagi mereka yang mengenal mbak Ika terutama suara melodinya yang mendayu dayu membius

Anonim mengatakan...

Cela mencela/ejek mengejek mungkin suatu gaya tersendiri dalam persahabatan,karena bisa jadi merupakan dopping buat cetak prestasi.Sial nya kalau kawan/partner buat aktivitas itu tidak terbiasa.Jadinya bukan meriah suasana tetapi ajang buat menghina.Apa sih hebatnya saling mencela?kalau mbak Ika sih sudah tahan banting bahkan dengan jiujitsu nya balik membanting dengan kuncian cela hahahhahahhaha...

Anonim mengatakan...

eh mbak Ika....kalau mau beri hadiah yang good!!!jiakakkakaak Good iki opo iku? Begini yah...hadiah yang paling indah buat kita di cyber itu adalah suara emas nyanyianmu.Please...ayo mulai melantun dong....hahahaha..
Oh ya ngomong omong di Candi Prambanan ketemu Rara Jonggrang tidak Ka? Ilmu Rara jonggrang katanya tiada tara hebatnya...

Aruphadatu mengatakan...

"Aku ingin menghadiahkan diriku bagi kebahagianmu....." Meski ini kata mutiara dari orang lain...namun ketika seseorang telah mensitirnya maka tidak heran ungkapan ini menjadi miliknya juga.

Mbak Ika ingin menghadiahkan pengetahuan dan keindahan hidupnya untuk kebahagiaan orang lain. Hehehehhe...sengaja dibangun ungkapan begitu biar sepadan dengan niat yang tulus murni dan cemerlang yang keluar dari lubuk hati mbak ika yang terdalam.

Blog ini pun adalah pemberian yang tiada tara bagi mereka yang mengenal mbak Ika terutama suara melodinya yang mendayu dayu membius

Aruphadatu mengatakan...

"Aku ingin menghadiahkan diriku bagi kebahagianmu....." Meski ini kata mutiara dari orang lain...namun ketika seseorang telah mensitirnya maka tidak heran ungkapan ini menjadi miliknya juga.

Mbak Ika ingin menghadiahkan pengetahuan dan keindahan hidupnya untuk kebahagiaan orang lain. Hehehehhe...sengaja dibangun ungkapan begitu biar sepadan dengan niat yang tulus murni dan cemerlang yang keluar dari lubuk hati mbak ika yang terdalam.

Blog ini pun adalah pemberian yang tiada tara bagi mereka yang mengenal mbak Ika terutama suara melodinya yang mendayu dayu membius

Aruphadatu mengatakan...

"Aku ingin menghadiahkan diriku bagi kebahagianmu....." Meski ini kata mutiara dari orang lain...namun ketika seseorang telah mensitirnya maka tidak heran ungkapan ini menjadi miliknya juga.

Mbak Ika ingin menghadiahkan pengetahuan dan keindahan hidupnya untuk kebahagiaan orang lain. Hehehehhe...sengaja dibangun ungkapan begitu biar sepadan dengan niat yang tulus murni dan cemerlang yang keluar dari lubuk hati mbak ika yang terdalam.

Blog ini pun adalah pemberian yang tiada tara bagi mereka yang mengenal mbak Ika terutama suara melodinya yang mendayu dayu membius

Aruphadatu mengatakan...

"Aku ingin menghadiahkan diriku bagi kebahagianmu....." Meski ini kata mutiara dari orang lain...namun ketika seseorang telah mensitirnya maka tidak heran ungkapan ini menjadi miliknya juga.

Mbak Ika ingin menghadiahkan pengetahuan dan keindahan hidupnya untuk kebahagiaan orang lain. Hehehehhe...sengaja dibangun ungkapan begitu biar sepadan dengan niat yang tulus murni dan cemerlang yang keluar dari lubuk hati mbak ika yang terdalam.

Blog ini pun adalah pemberian yang tiada tara bagi mereka yang mengenal mbak Ika terutama suara melodinya yang mendayu dayu membius