Jumat, 03 Oktober 2008

Dieng - masa lalu dalam harmoni alam

Liburan lebaran kemarin, aku menyempatkan untuk menjelajah Dieng..
Berangkat dari rumah Semarang cukup pagi dan kami sengaja tidak lewat jalan besar, namun menyusur desa-desa menuju temanggung, lalu ke wonosobo.

Ketika melewati Gunung Pati, suasana ramai pasar menjelang lebaran mulai terasa.
pasar tumpah di sepanjang jalan. Selongsong ketupat selalu ada, ayam yang masih petok-petok tersebar di sepanjang jalan. Dan tampaknya ada tradisi yang kental di mereka. Bunga.... ya dimana-mana ada penjual bunga, hmmm tidak kalah dengan penduduk kota

Memasuki Wonosobo sudah jam 12an siang. Hotel tempat menginap adalah Hotel Gallery Kresna, hotel heritage, yang masih adem, dan kental belandanya. Hotel ini letaknya dekata dengan alun-alun. Karena perut udah lapar, maka segera saja cari maem siang. Tentu saja yang khas Wonosobo. mmmmm ada Mie Ongklok.. yang kental dan agak pedas, ada nasi dendeng.. ini lekkerrrr abis.., dan tentu saja sate jamur.

Setelah perut kenyang... segeralah bergegas ke arah Dieng. Takutnya semakin sore kabut semakin tebal. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Telaga Menjer... ini masih jauh di bawah Dieng.

Telaganya indah, adem... pohonnya asik. Namun.. woalaaaahhhh baunya nggak nahan. Rupanya di Menjer digunakan untuk tambak ikan... ya... jadi baulah pasti. Maka memutarlah kami, ke arah sisi satunya. nah ini lebih enak, tidak terlalu bau.. hanya sriwing-sriwing.
Di seberang telaga, penduduk kampung sedang mbeleh sapi... suatu bentuk kegotongroyongan menjelang lebaran.

Perjalanan pun berlanjut ke Telaga Merdada, telaga kecil, yang sepi dan tidak terlalu apik. Bunga dandelion yang cantik, dan bunga liar di sepanjang jalan sungguh menenangkan mata.

Dari Merdada.. karena ada pesan sponsor dari Buapakku, maka meluncurlah kami ke arah perkebunan teh Jati lawang. Bapak bilang, tengokin pabrik teh itu dong, dulu bapak yang mbangun di tahun 80an. nggak jauh kok, gitu katanya. hanya 10 km dari dieng. tapi Jebulnya.... baru 25 km baru ketemu. oalahh pak, pak.. dan pabrik ini udah rapuh banget. Bapakku mesthi nggrantes kalo melihat bangunannya tidak terawat dengan baik.

dari Jatilawang, karena udah sore banget, maka tinggal kawah Candradimuka yang bisa terkunjungi. Kawah ini merupakan sumber panas yang cukup besar, dengan kandung CO2 yang tidak terlalu tinggi. bentuknya adalah semburan air panas dari bumi. untuk mencapainya, jalannya jelek pol.. jadi pada satu titik, kamu putuskan untuk berhenti, dan mulai berjalan. Lumayan, buat mbakar lemak... hehee... dan akhirnya berjumpalah dengan kawah tempat nggodog si gatut kaca.... Malam harinya kami habiskan di kamar.. dengan kempol yang pegal-pegal..

hari ke-2...
setelah sarapan (bangun agak kesiangan), lanjut lagi ke dieng...
dengan tiket perorang 16ribu rupiah, kita bisa masuk ke seluruh objek wisata dieng.
pertama yang dimasukin adalah Telaga Warna...
dalam lebatnya hutan... telaga yang biru ini menjadi menonjol
sayang musim panas... jadi air surut cukup banyak..
di kawasan itu pula, ada telaga Pengilon, yang airnya bening seperti kaca

Gua-gua di sekitar hutan banyak digunakan untuk bertapa. Ada gua Semar, yang konon pak Harto (ini mantan presiden, bukan harto yang jual bakso.. hehehe) pernah bertapa di sana. Ada Gua jaran, dan gua Sumur.

Dari daerah hutan, kita bisa jalan ke Dieng Plateu Theater.. disana diputar film tentang Dieng sekitar 23 menitan. mmmm lumayan juga

Tempat berikutnya adalah Kawah Sikidang. Kawah yang menghasilkan gas panas bumi terbesar di Dieng... tempatnya bau belerang..dan tentu saja tandus..
karena lelah kami menyempatkan diri maem siang bakso jamur (jamurnya udah diulet jadi satu dalam bakso), dan beli paprika mini..(heheh apa hubungane dengan lelah...)

Lokasi terakhir adalah kawasan candi Arjuna... Jalan menuju candi dihiasi bunga putih.. aku nggak tahu namanya. Cantik seperti lampion

Kawasan candi arjuna, candi hindu yang cukup besar.. tertata rapi..
indah di pandang, dan bagus untuk obyek foto...
Mmmmmm... satu yang tetep membuatku berpikir..dan bangga...
Indahnya Indonesia...........

3 komentar:

iman brotoseno mengatakan...

Punya no telpnya Hotel Gallery Kresna ?

ika rahutami mengatakan...

ini mas alamat dan telpnya Jl P Ronggolawe 30 WONOSOBO 56311
No Telepon: 0286-324595
mau dolan ke sana yahhh?

JudithNatalia mengatakan...

Ahhh..curang..curaaanngg!!Aku baru mau ajak mbak kesana eehh lha kok wis duluan hihihihi.....mrongozz deh jadinya akuu :D Mbak,aku seminggu di Jogja terhitung mulai besok,so...hubungi aku ya kita jalan kemanapun mbak mau,ok!