Senin, 21 Juli 2008

Bale Raos, eksotisme masakan Jawa

Minggu malam kemarin, aku n the gank mencoba rumah makan baru. Sebenarnya rumah makan ini sih gak terlalu baru di Jogja, kaminya aja yang belum pernah mencicipi Namanya Bale raos, dia menyebut dirinya authentic taste at special place. letaknya emang spesial karena di daerah Keben Kraton. Di belakang Keputren persis.
begitu masuk aura magis, tenang terasa... jadi nggak menakutkan sama sekali asesoris jawanya komplit. lihat nih ada siter dan lilin dengan wadah kayu manis, kayu secang, cengkeh....

minuman yang disajikanpun beragam, ada wedang secang.. ini dari serutan kayu secang, ditambah rempah-rempah. nah kalo wedang secang ini dikeceri jeruk nipis, maka jadinya ada bir Jawa. karena warnanya mirip bir... tapi tidak mengandung alkohol. kemudian ada wedang adulimo. katanya sih kesukaan Sri Sultan. ini juga enak dan hangat. Aku sendiri memilih untuk minim lime ginger yang sedikit bersoda. ada juga yang lucu, namanya es Sapaitu. ini kayak milkshake tapi dari sarsarparila... kokakola jawa...



nah terus makanannya. mulai dari selada jawa. ini kayak husarensla, tapi toppingnya lebih pekat, karena saus mayonesnya pake kentang uleg

kemudian ada kapiratu. ini dadar gulung isi daging giling, yang rasanya ada santennya gitu.
nah maemnya pake nasi putih dan nasi merah. karena lapar mata,
maka kami memesan banyak banget, dengan porsi personal. maklum yang makan 8 orang, jadi semua yang tertulis penasaran di coba.
nah yang ini adalah Sanggar, daging yang dipipihkan, dijepit dibambu dan kemudian dibakar.
sebelahnya adalah oseng daun pepaya. rasanya menjadi agak lain karena kayaknya ada santennya tapi dikeringkan.

ada juga masakan dari bebek. ada bebek jamur, ada bebek ungkep dan bebek suwir.
yang ini adalah bebek suwir. dia lucu karena pengolahannya pake daun kedondong dan nanas. jadi rasanya agak asem. dan ini yang meredam rasa amis bebek itu.

kalo makanan dari daging ada semur Lidah, Lombok ketok dan gecok genem

lombok ketok itu mirip banget dengan asem-asem, tapi gak ada kuahnya. jadi cuman sandung lamur dengan cabe ijo dan tomat ijo

nah untuk makanan penutup, kami pesan tiga jenis. Ada tapak kucing, ini pisang dirol dan digoreng pake mentega, ada pentul, ini dari singkong, ditusuk kemudian di panggang, dan ada prawan kenes (prawan kenes tuh cewek genit) ini pisang dibakar, diberi santan kental...
mmmm.... makanan jawa sungguh eksotis



7 komentar:

ika rahutami mengatakan...

kok kata temenku dia tidak bisa ninggalin komen? benarkah??
dan aku sendiri juga lagi tidak dapat lihat jejak komen di tempatku nih? ada masalah apa ya? bingunggggg

iman brotoseno mengatakan...

lho jeng, saya baru dari sana malam minggu kemarin..
pancen raos

Elys Welt mengatakan...

ngilerrrrrrrrrr
fotone merangsang banget Ka, jadi laper nih :)

endangcinta mengatakan...

aduh.......aduh...kapan ya ke Jogja lagi.......mau ah kesini......

ceniel mengatakan...

walah.. lha kok pesene akeh men
..
iki serius wisata kuliner temenan...

resibismo mengatakan...

Jeng, sampeyan kok punya hobby yacng asik seh? gak takut apa sama badan.... heheheh boleh donk minta tolong di list tempat2 eksotis di jogja beserta tempat makan yg special.

amethys mengatakan...

waaa....nanti klo ke Yogya pasti nyobain ah...
ketemu yah Ika???