Sabtu, 16 Mei 2009

Rawa Pening - Gethuk Kethek dan Nasi Tumpang

Jumat pagi...ahaaa....siap-siap numpak motor lagi nih. Udah agak nggak motoran. Jadi pingin ambil rute yang agak lama. Pagi ujan sempet bikin bete juga.. karena takut kalo terangnya siang, pasti foto-fotonya jadi OE deh..

Untung jam 7 udah reda..akhirnya jam 7.30 berangkatlah. Menyusur gunung pati, menyaksikan hamparan sawah, dan kebun-kebun rambutan dan duren yang masih basah. Hawa enak banget pagi ini. Tujuan pertama adalah Rawa Pening. Bingung mau ambil sisi mana yang bagus.

Akhirnya berbeloklah aku di sekitar sungai Tuntang... Asssiikkkk ketemu dermaga kecil yang menjorok. Dari situ, danau yang masih berkabut nampak eksotis sekigus mistis. Membayangkan tiba-tiba BaruKlinthing muncul dalam wujud ular...hmmmm syereeemmm....
Beberapa pencari enceng gondok dan tanah rawa berseliweran dalam diam. Terlihat beban kehidupan yang dijalani dengan senyum. Rawa pening tidaklah lagi elok. Terlalu banyak enceng gondok yang memberi kehidupan petani namun sekaligus merusak rawa pening itu sendiri.


Oke... perjalanan dilanjutkan lagi. belum puas di dermaga pertama, maka aku mencoba menyusur sawah di pinggir rawa. Teratai mini berbunga keriting cantik sekali. Beberapa capung hinggap di ujung-ujung daun... memberi warna yang kontras.
Perjalanan dilanjutkan kembali, menyusuri Salatiga, mau cari Gethuk Kethek. Kenapa kok Gethuk kethek... karena di depan warungnya ada kethek yang hobi makan gethuk...hahhaha. Gethuk ini beda dengan gethuknya magelang. Dia benar2 ketela dideplok, dicampur kelapa dan gula. Harum, manis, dan lembut banget di lidah. Ini salah satu oleh2 khas Salatiga. Sayangnya mudah sayup (apa bahasa Indonesianya sayup ya...). Jadi harus dimakan sesegera mungkin.


Setelah membeli gethuk, tujuan berikutnya adalah Nasi Tumpang di daerah Ampel Boyolali. Perjalanan cukup asik.. tidak terlalu ramai hari ini. Sampai di Ampel Boyolali tepat di kanan jalan ada warung nasi Tumpang Mbok Nah...

hmmmm belum apa-apa udah ngiler duluan. Ada beberapa kombinasi lauk, boleh daging empal, koyor, ayam goreng, dan bahkan cingur.. Pilihan ku jatuh pada campuran koyor dan daging, dengan catatan, nasinya dikit ya Bu... Maka Sayuran diracik. Hanya daun pepaya rebus dan thokolan, diguyur dengan kuah tumpang. Kuah tumpang menjadi lekker karena memakai tempe bosok, santan, cabai. kemudia dilengkapi dengan capjai jowo, alias, tepung digoreng bulat, dan tempe bungkus tepung.. hmmm brunch yang lezat.
Siap lanjut jalan ke beberepa candi di Kalasan...

9 komentar:

Newsoul mengatakan...

Hm....perjalanan yang mengasyikkan. Bener lho Ika, saya jadi pengen gethuk sm nasi tumpangnya itu. Have a nice day ya.

Ciput M mengatakan...

di bandengne nasi tumpang mediun piyo yo?

srex aswinto mengatakan...

Hehehe..asyik...gak bilang2 kalo mau jalan....ya deh...gakpapa...
Eh, kali lain ambil rute yg lebih eksotis dan lebih menantang mbak...Gini rutenya:
Semarang-Bawen-Banyubiru-Sepakung-Tolokan-Kopeng-(ambil arah magelang)-Kaponan (ambil arah kiri)- Ketep Pass (gardu pandang G.Merapi)- Muntilan- Jogya.
Pemandangan alamnya di jamin Top Dah....Kayaknya cocok dg motor mbak Ika...
eh tapi bisa juga rutenya di balik.
O ya gethuk ketek itu kenapa enak sekali...karena dibuat tanpa bahan pengawet, singkong pilihan (kayaknya kebun sendiri) dan yg paling pokok mereka pake gula batu, terus yang membuat harus laki-laki. Makanya mereka kalo bikin getuk harus berdasarkan pesanan...

Rudy mengatakan...

Wah...
Keliatannya asyik banget tuh mbak Ika...
Mungkin tahun depan aku baru bisa kesitu sekalian pas nikahnya kakakku yang kebetulan dapet jodoh orang Semarang...

Rudy mengatakan...

Wah...
Keliatannya asyik banget tuh mbak Ika...
Mungkin tahun depan aku baru bisa kesitu sekalian pas nikahnya kakakku yang kebetulan dapet jodoh orang Semarang...

ernut mengatakan...

tumpang kesukaanku juga...cuma yang aku suka hanya tumpang dari suatu warung di Solo....

duo emak mengatakan...

wah..kethek kok doyan gethuk!

mas icang mengatakan...

hmm.. suasana desa yang asri...

gethuknya enak kayane... jadi pingin. dah lama ngga makan makanan jenis ini.

amethys mengatakan...

ka...lewat bukit cinta?
trus ga mampir makan ikan bakar?
wuihhhh kangen bali maneh oiii