Minggu, 05 April 2009

Suatu pagi di Tlogo putri

Tlogo Putri adalah suatu tempat di sudut Kaliurang. waktu aku kecil, dan remaja... aku selalu begitu antusias ke kaliurang, terus jadah tempe mbok carik, yang waktu itu masih ada di tlogo putri, berenang, dan ditutup dengan naik gunung liat air terjun.
pagi tadi karena harus antar eki ke kaliurang, mampirlah aku ke Tlogo putri....
Bunga sepatu merah, dengan titik embun, persis merona di depan mobil yang kuparkir... mmmm cantik.

kemudia kulangkahkan kaki, menaiki beberapa anak tangga... ooooo tidak selincah dulu.. mungkin terlalu berat badan ini.. baru naik.. langsung mak sek.....agak ilfil melihat kelinci dikuliti dan digantung untuk dijadikan sate. sebagai vegan pemula, yang masih seminggu sekali pasti gagal... langsung neg banget rasanya...

kaki melangkah lagi. transaksi buah, antara mbok-mbok tua, dan nyonya-nyonya muda terjadi. selisih harga seperak dipertahankan mati-matian... nelongso juga rasanya. ketika mereka asik menawar, seekor monyet besar, menengok dari atas..seakan ingin merasakan nikmatnya pisang susu dan pisang mas yang dijual simbok yang bergigi emas tadi.



ranumnya pisang, legitnya duren menjadi hiasan tlogo putri pagi ini..


akhirnya aku putuskan untuk makan pecel.. lihat, sayurnya komplit-plit. mulai dari pare, kembang turi, sawi, bayem, kenikir, kobis dan wortel semuanya ada. ditambah bihun jagung, dan satu potong tempe gembus, lengkaplah menu sarapanku pagi ini.



minumannya wedang ronde dengan jahe yang terasa pedasnya...

sambil menunggu pintu ke air terjun buka, aku mengamati pembicaraan dua simbok ini. mereka agak kesal, karena letak dodolan mereka di ujung jalan, sehingga bagian tengah jualannya payuuuu banget, mereka cuman bisa bengong... mereka saling dukung satu sama lain, berharap ada tamu baru yang bersedia membeli.

setelah bayar karcis dua ribu... masuklah aku di kerimbunan hutan tlogo putri. bau lumut dan bau pinus.. mengingatkan ku pada bau masa kecil.. aku menjadi kangen...

pohon tumbang yang ditumbuhi lumut hijau basah... memberi memori yang masih utuh, meski kaliurang makin tidak terawat.

dan air terjun, menutup kunjunganku pagi ini. meski tidak seindah dulu.. kaliurang masih menyimpan magmanya.

8 komentar:

lintang mengatakan...

Pemandangan indah banget apalagi kulinernya yang membuat ngiler. salam kenal.

Mis muter mengatakan...

apik banget yo mbak.. ..kapan2 tak ke sana ah ....fotone jan apik bangeeettt!!

ARIEF FIRHANUSA mengatakan...

Aha, satu lagi obyek wisata masuk dalam daftar saya untuk kelak kami kunjungi. Makasih Ika, foto dan deskripsinya membuat saya seolah sudah memasuki daerah itu.

Willy mengatakan...

Mampir ke sini, selalu saja saya mendapat cerita makanan yang eunak-eunak, menggugah birahi.....hahahaha. namun yang namanya birahi, tetap saja menggoda, ketagihan. "Tuman" kata orang jawa...yah ketagihan mampir ke blognya Ika. Hehehehe. Salam.

ernut mengatakan...

ngiler pecel..tes..tes..

Rudy mengatakan...

Pemandangan alamnya indah banget tuh mbak, kalo nggak salah kayak di Alas Caruban Malang nih...
Jika kita ingin melihat air terjun maka kita harus menyusuri hutan kecil baru kita bisa menikmati pemandangan alam yang sangat indah tersebut.....
Belum lagi lihat macam-macam kuliner yang mbak Ika sajikan...huh jadi ngiler nih????

amethys mengatakan...

doooo...pecelnya bener2 menggoda....
.gpp Ika, ngos2 an dikit klo jalan...hehehehehe

retnanda mengatakan...

wah..
jadi kangen bacem tempe di himpit jadah..
....
jaman mhs suka kabur ke sana..