Rabu, 06 Agustus 2008

Cambodia – romantisme Angkor yang eksotis

Jam 2 siang, terik panas tidak menghilangkan semangatku untuk segera menjelajah Siem Reap. Bagaimana tidak, aku cuman punya satu siang ini untuk ke Angkor Wat. Sangat ingin rasanya melihat Angkor Wat dari dekat. Besok pagi aku udah harus balik lagi ke Phnom Penh dan kembali ke tanah air tercinta.

Maka setelah meletakkan barang di hotel, meluncurlah aku dengan tutuk Mr. Botum ke Angkor. Kota Siem Reap sangat berbeda dengan Phnom Penh, semua lebih tertata rapi, tidak terlalu berdebu, dan sepanjang jalan berdiri banyak sekali hotel dengan bergai kualitas. Serasa jalan2 di Sanur dan Kuta.. Turis juga berseliweran di sana sini dan banyak yang menggunakan sepeda.

Tapi tampaknya aku kurang search mengenai Angkor, sehingga tidak dapat memutuskan pilihan dengan tepat ke candi mana yang paling asik. Maka dengan tiket 30$, ini tiket hanya berlaku hari itu sampai jam 5.30 sore, sehingga kalo mau liat angkor malam harus bayar lagi $20. di sana emang disediain berbagai paket. Ada paket 3 hari dan 7 hari. Jadi bisa dibayangkan betapa luasnya situs ini, karena dalam 7 hari pun, orang dianggap masih bisa menikmati.

Masuk pertama ke kawasan Angkor.. danau yang tenang telah menyambut… air yang jernih keperakan, membuat suasana sangat nyaman. Beberapa anak kecil tampak bermain air dengan keceriaan khas anak.


Nah Candi yang dikunjungi pertama adalah Bayon. Jadi ini pucuk berupa arca bermuka 4, yang menghadap ke penjuru arah mata angin. Hampir seluruh candi di kompleks Angkor belum di restorasi. Jadi batu berjempalikan di sana sini. Menurutku candi Bayon ini gagah.. pucuk-pucuk yang menjulang dan di terpa sinar matahari, sangat kontras dengan langit biru. Konon candi ini merupakan southern library, bayangin aja pada jaman segitu ada library yang tertata dengan begitu besarnya. (ini yang kadang membuat kita menjadi tertinggal, orang Indonesia lebih suka dengan bahasa lisan dibanding dengan bahasa tulis, sehingga kita susah melacak, mencatat, dan mengembangkan apa yang telah dilakukan sebelumnya)

Setelah melihat Bayon… maka ingatanku terbang ke Angelina Jolie dalam Film Tomb Raider… kayaknya ada satu pohon besar di atas candi deh… tapi di candi yang mana ya? Maka setelah hunting informasi, aku tahu bahwa itu di Ta Prohm…yang jaraknya 7 km dari Bayon. Segeralah Mr. Botum, mengebut ke sana.

Jalanan semakin asik, karena memasuki kawasan hutan yang masih lebat. Siang ini habis hujan, sehingga lembabnya bau tanah (bau yang sangat aku suka) masih menyeruak di antara bau-bau yang lain. Jalan masuk ke Ta Prohm membelah hutan yang dilalui dengan berjalan kaki. Tanah beberapa becek dan ada jembatan-jembatan kayu yang bisa digunakan. Pemandangan lebih eksotis. Candi-candi yang berserakan beberapa dibelit oleh akar yang sangat besar. Wah kalo direstorasi pasti akan menghilangkan akar itu. Dan berarti hilang juga kekhasan daerah itu. Jalan-jalan di dalam candi dengan sinar matahari yang masuk kecil memberikan eksotisme tersendiri di kawasan itu.

Setelah puas di Ta Prohm, maka bergegaslah aku ke Angkor Wat agar bisa melihat sunset. Angkor wat ini besar sekali, dan dikelilingi danau. Jadi kita seakan harus melintas jembatan panjang untuk sampai kesana. Candi ini adalah candi hindu, yang pernah kemudian pada satu masa dipakai sebagai vihara kaum Budha, sebelum akhirnya dihancurkan oleh Khmer Rouge dan akhirnya kembali ke situs Hindu lagi. Sisi kiri candi dipenuhi oleh relief Ramayana, sedangkan sisi kanannya dipenuhi oleh relief Mahabarata. Dan satu ruang yang memiliki akustik bagus, dan ini biasanya digunakan oleh raja untuk berpidato. Kalo kita berdiri diruang itu dan menepuk dada kita, maka akan terdengar gema di mana-mana.

Sore yang sepi, ketika lampu-lampu candi mulai menyala, aku habiskan pula dalam keheningan. Hening seluruh raga, hening seluruh batin, hening seluruh pikir. Mencoba menjalin dan menyerap energi kejernihan yang terpancar dari batu-batu bisu ini. Romantisme, eksotisme, namun lebih-lebih jiwa yang wening terpancar dari semua sudut.

Ada satu yang menyeru-menyeru di ujung sepi hati : Andai kamu ada di sini cinta…

8 komentar:

mata mengatakan...

duhh,...
kapan sih bisa jalan jalan gitu ?
next trip ke solo aja yah...
disini juga ada candinya kok :p ngga kalah sama kamboja

resibismo mengatakan...

jalan2 mulu nich, pengen donk kesana... btw disana lagi ngapain? riset yach?

ephwan mengatakan...

wah enaknya ketemu ma biksu :D

asyik euy, jalan2 keluar negeri !??!
kapan yak gw ?!!?

thegands mengatakan...

jadi pengen2 jalan2...

ndahdien mengatakan...

sayang ya candinya lum dapat perawatan. tapi kmrn keliling candi di jogja jg ga' kalah keren (teuteupp ga' mau kalah yg travelingnya masih tingkat lokal.. hikss...ngiri....)

amethys mengatakan...

wah aku blom pernah kesana....dan blom kepikiran untuk kesana...hiks...sekarang jadi pengin.......
trus bagian kotanya gimana Ka? bau kotanya, penduduknya, makanannya dll???

astrid savitri mengatakan...

Angkor Watt sdh jadi salah satu tempat impian yg mau saya kunjngi, sayang sampai skrg belom kesampaian...jadi pas mbaca posting ini, liur saya membanyak sambil merasakan iri hati pd keberuntungan mbak Ika...

hiks!

cahpesisiran mengatakan...

waa penginnn... :)