Selasa, 28 Desember 2010

Slow Travel: Laut Turquoise

Ini masih lanjutan cerita slow travel yang lalu. Udah beberapa hari tersimpan di lappie, mau upload tidak tega, karena ibu pertiwi berduka. Namun... bagaimana pun, sang Ibu tetap memiliki keindahan.. semoga duka ini tidak lama. setelah berkunjung ke sungai di tengah gunung Karst... aku dan masra memutuskan untuk ke Sadeng. Laut yang tidak terlalu tenang, tempat penangkapan ikan besar di pantai selatan dan yang jelas memiliki air berwarna biru hijau turquoise.

Menuju ke Sadeng ada satu lembah indah yang ternyata adalah Sungai Bengawan Solo Purba. Sungai itu kini telah menjadi lembah pertanian yang indah.

Memasuki wilayah Sadeng.. mata begitu terpuaskan dengan hamparan air tenang di pinggir berwarna hijau.

Para nelayan yang guyup saling tolong satu dengan yang lain, tidak peduli tua maupun muda semua bergerak bersama.

Kebetulan saat itu sedang ada kapal yang mendarat dari Banyuwangi, dan mengangkut begitu banyak ikan segar...Kayanya Indonesia. Kami berdua hanya duduk di dermaga, menyaksikan semua keindahan tersebut

Perjalanan masih dengan lambat kami lanjutkan ke Wedi ombo... pantai yang berpasir begitu luas dan panjang... beberapa batu besar muncul di tengah pantai... ombak yang bergemuruh, langit yang mulai gelap tetap menyiratkan keindahan.

Hujan sore ini menyiram tubuh kami... kami pun berjalan menuju mobil dalam kuyup hujan. menikmati setiap tetes hujan, tanpa rasa takut masuk angin... emmmm.... slow travel yang benar-benar memberikan semangat baru..

1 komentar:

Griya De Nature Indonesia mengatakan...

Thank you for sharing information on your website, blogging greetings
Obat Ambeien Di Apotik Kimia Farma