Kamis, 30 Juli 2009

Bertemu Raja Kutai Kartanegara ing Martadipura

Setelah sarapan bagi, roti dengan selai srikaya, dan telur dadar...
maka acara hari selasa dimulai dengan FGD di Bappeda Kukar.. Acara berjalan dengan asik..dan mendapat banyak hal baru. Setelah FGD, seperti biasa diteruskan kunjungan ke beberapa SKPD. Dan setelah itu........ ya dolanlah...
nah sasaran pertama adalah ke Kraton Kutai...tepatnya sudah dijadikan museum, karena Raja tidak tinggal di situ. Dari depan tampak ada Lembuswana berwarna emas, simbol kerajaan kutai. di sudut Kraton ada singa keemasan yang menjaga pintu gerbang utama.
Dan....wah kok keliatannya akan ada acara ya... oooo ternyata UPACARA BELULUH. aku bertanya pada salah satu penjaga..."boleh lihat tidak pak?" "Boleh mbak...tapi dari luar". "kalo sebentar saja...saya masuk...mumpung belum mulai???"saya masih menawar... "Silakan mbak..."
wah seneng sekali. Maka setelah melepas sepatu, aku masuk dan memotret, mulai dari singgasana raja, sampai ke para dayang cantik, yang dengan suka rela bersedia dipotret.
Setelah itu si bapak, bilang, "mari mbak saya antar masuk ke dalam....". di dalam aneka macam benda kerajaan terpampang..
Saya diijinkan masuk ke ruang tamu kerajaan, yang didominasi warna kuning emas.. dan surprise, saya boleh mengintip kamar Raja, tempat Raja biasa beristirahat. Kasur tebalnya pun berlapis warna kuning keemasan.
Dan hal yang laing menyenangkan adalah....si bapak tiba-tiba berbisik: "Mbak...mau bersalaman dengan Raja???" ini jarang sekali bisa, karena masyarakat pun kadang tidak bisa bertemu. Wah....maka dengan berdebar-debar saya menyalami beliau (kesalahannya adalaha seharusnya saya jalan jongkok beberapa meter sebelumnya, sedangkan saya hanya pas di depan Beliau saja). Raja Kutai Kartanegara ing Martadipura XX - Haji Aji Muhammad Salehuddin II, terlihat sangat sepuh namun berwibawa. Kunjungan itu ditutup dengan foto bersama beliau.
Suatu peristiwa langka yang berkesan

2 komentar:

retnanda mengatakan...

waaah...
asik juga....
sayang kita berlawanan ya ...
dikau di timur
daku di barat..
hehehehe
...


cenil

indonesian palaces mengatakan...

pengalaman yang mengesankan, mbak. tentu banyak orang yang kepingin bertemu dengan baginda tetapi tak kesampaian. semoga saja penghormatan terhadap pelaku sejarah dan budaya di negeri ini semakin layak. salam.