Selasa, 17 Maret 2009


Menatapmu menyentuh horizon, seakan mengingatkanku akan kataku dulu
yang kuucap pelan, dalam dekapmu
kenapa ragu... biarkan jingga berpadu biru
dan biarkan langit mengunyahnya lumat jadi satu

kamu tidak pernah percaya kataku
kamu memilih jalanmu sendiri
dan membiarkanku berlari kesana kemari
tidak menemu

menatapmu menyentuh horizon
aku masih berupaya melipat memar-memar waktu
yang kau tinggalkan
dalam mangkuk hatiku
namun sebersit yakin muncul
suatu saat kangen ini akan berhenti
persis ketika matahari menyentuh horizon

12 komentar:

Rudy mengatakan...

Jadi bingung nih, mbak Ika lagi kenapa yah?@#$%^

ernut mengatakan...

judule opo iki...

putra baruna mengatakan...

oh.... mungkin Mba Ika lagi kangen sama seseorang, tapi orangnya tidak pernah muncul. Gitu yah mba ???

bagus al haqq mengatakan...

fotonya bagus baguss
mbak ini dari semarang mana?
aku sering ke semarang soalnya

ika rahutami mengatakan...

hahaha... nulis puisi tuh kadang tidak berhubungan dengan apa yang dirasakan... tapi berhubungan sekali... hahaha

ika rahutami mengatakan...

@bagus... dari semarang mana??? hehe semarang kaline banjir Gus..
kapan ke semarang?? tapi konsen unas dulu gus hahahha

DE mengatakan...

fotonya cntik banget Ka, jadi inget sering menikmatinya di pinggir kali atau danau ^_^

Larasati mengatakan...

Ika..puisimu itu...
aku iri raiso gawe puisi...
fotone apik2...

astrid savitri mengatakan...

Puisinya menyentuh
Foto-fotonya indah (spt biasanya)

dan selalu membuatku ir (spt biasa juga, hehe...)

tistirabbani mengatakan...

lama gak kesini..apa kbr mbk ika..?
selalu dgn foto2 indah ya.. :)
puisinya melow.. mbk, kok jd aq yg melow nih...

srex aswinto mengatakan...

Ada apa gerangan mbak...?
nyatakah semuanya...?
atau hanya fantasi sendu belaka?
Semoga puisi yg sangat indah ini terus berlanjut....tx

joerizt mengatakan...

ojo playon ndhuk....
nguber opo to....??
Ojo manut karo wong gemblung
sing marake atimu bingung