Senin, 17 Januari 2011

Menemu Tegallalang di Sidomukti

Wahhhh judul yang aneh... Tegallalang kan di dekat Ubud... dan Sidomuktikan di dekat Bandungan? heheh.. tapi benar kok. mencari sawah berterasternyata tidak harus ke Bali... di dekat Bandungan juga ada. Ini kisahnya.

Penasaran dengan sms Mas Ari: "Yu... kowe kudu ke Sidomukti.... bagus banget buat motret". Begitu deal dengan Metrek untuk ke sana, aku sempet sounding ke teman2 FE, siapa tahu sudah pernah ada yang ke sana. Si Linggarlangsung bilang:" Apikkkk??? wah aku nggak akan mau deh dua kali kesana... mana kolamnya bukan air hangat..". Waduhhhh agak mikir juga. Tapi seperti yang aku perdebatkan dengan mas Ari kalau dia nanya suatu tempat wisata: " apik rak Yu??" aku selalu jawab: "Keindahan suatu tempat itu sangat tergantung persepsi dan mood... indah atau buruk adalah pilihan cara kita memandang... heheh"

Ok berbekal mood yang baik.. dan kebiasaan dolan yang sudah cenderungtidak menyukai tempat yang hingar bingar dengan fasilitas modern..[iya nih, kalau dihitung, belum tentu satu bulan skali aku ke mall sekarang], maka Jumat malam aku jemput dia di Bandara. Sudah sangu sate ayam dan nasi pecel.. karena nggak mau kehilangan waktu dan takut nggak ada resto di sana.

Maka kami berdua melalui malam itu ke arah Bandungan, Jawa tengahtentunya. Setelah sampai ke desa Jimbaran, itu daerah sebelum Bandungan, sudah ada plang: Umbul Sidomukti. Beloklah kami ke kanan. Malam itu jam 8 malam. Jalan kampung yang kami lewati sepi.. jalan lumayan baik. hanya di beberapa tempat aspalnya sudah mengelupas. Jalan berliku dan menanjak cukup tinggi. Dan mulailah mata dimanjakan keindahan. Dari pegunungan Ungaran kami bisa memandang dengan luas kerlip lampu daerah Bawen danAmbarawa.

Dan... akhirnya sampailah kami di Pondok Wisata Umbul Sidomukti... Tikungan kecil ke bawah membawa kami menemu lampu-lampu eksotis. Hotel yang kecil, menawarkan privacy. Begitu masuk kami menemu lobi. Harga kamar untuk weekend adalah Rp 400 ribu.. dan ini untuk 4 orang.. karena satu kamar ada 2 tempat tidur besar. satu di bawah satu di mezanin. wahhh murah kalau diitung, dan ini include breakfast. Segera kami berdua naik sedikit, dan menemu deretan kamar. Keseluruhan ada 10 kamar. 5 terhuni. salah satu kamar berisi orang Belanda, yang tampaknya menyusuri keheningan. Kamar yang cantik menurutku... simple..

bahkan kami sempat mbatin.. wah kayak shelter naik gunung di Eropa.. kalau dari luar, memang minimalis, dan kayak bukan di Indonesia, apalagi dengan latar belakang hutan dan pepohonan menjulang.

Kami membuka bekal kami malam itu, menikmati terpaan angin dingin sebelum beranjak tidur...

Pagi jam 4.30 aku sudah bangun.. kayak anak kecil yang nggak bisa tidur karena ingin mengintip matahari terbit.. hahaha... tidak mendung untungnya. Tapi matahari terbitnya udah cukup tinggi dan tidak di cakrawala.. ahhh tidak papa... tetep aja indah. Selanjutnya adalah memaksa dia yang masih mlungker untuk jalan pagi sambil hunting foto.

Fasilitas di tempat ini sih menurutku lengkap.. dan lebih asik kalau emang yang kesini adalah petualang. Langsung aja kami berdua membayangkan paraponakan yang super duper bengal, yang senengnya menyusur sungai dan panjat gunung...

Di umbul sidomukti ada kolam air dingin tentunya karena air berasal dari mata air [umbul] itu langsung. Kolam yang bagai tak bertepi, dengan pinggiran batu-batu. Kemudian yang jelas ada outbond untuk anak2.

Ada reppling, ada military bridge dengan ketinggian 30 meter di atas jurang, ada flying fox, ada camping ground lengkap dengan tempat api unggun, ada ATV, ada susur sungai...[ini asik karena kita kayak turun di air terjun kecil]

Aroma jagung bakar, asap perapian, warna loncang, kembang labu, kembangadas... wahhh semuanya berpadu indah...

Pagi itu aku merasa damai, berjalan berdua, menghitung semua berkah yang kami terima. Bersyukur karena hanya melihat kabut, memandang awan biru saja, sudah menumbuhkan rasa bahagia dan cinta yang berlipat-lipat. Setelah sarapan pagi nasi goreng kami pun bergegas ke Jogja... karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu.

Mencuri waktu yang sempit untuk menghirup kabut.. memberikan energi cinta yang luar biasa.... Love it..

1 komentar:

judith mengatakan...

Waahh ternyata 2011 sdh dibuka dgn acara jalan ke Bali n sidomukti ya mbak,kereeenn..asyik bangeeett...kapan aku bs jalan2 berdua dgn mbakyu lagi??