Kamis, 11 September 2008

Tak Berjumpa Sakura

Minggu malam lalu, tanggal 7 September, aku memulai perjalanku ke Tokyo. Dari Jogja jam 7 malam, dan berangkat dari Jakarta jam 12 malam. Aku agak nggak sehat, sudah seminggu lebih aku harus menata ulang proposalku. jadi biasalah.. melek malem terus, jam 3 pagi udah harus bangun lagi. makanya aku mencoba untuk bobok selama perjalanan ke Tokyo.
Pagi hari, matahari Jepang sudah tersenyum padaku di balik jendela pesawat. Ini kunjunganku pertama. Singkat banget sih... hanya 3 hari 2 malam, tapi toh harus tetep mendapat sesuatu.

Turun di Narita Airport, segera aku membeli tiket untuk naik Airport Limousine. Bis yang rapi dan berjalan tertib, dan tidak memarahiku, karena temenku lapar dan membeli makanan dulu sehingga telat satu menit (temenku ngeyel... biasanya nggak tepat banget... wellleeehhhh...ini jepang bung.....)
Melewati pemandangan yang menakjubkan mengenai modernitas kota, diselengi dengan danau kecil yang tenang.. membuat aku hanya bisa bergunam... kapan Indonesia???
Setelah 1 jam 50 menit, sampailah aku ke Hotel Grand Prince Akasaka. Hmmmm... dari Jogja berangkat dengan image hotel Japan yang sangat efisien dan kecil pun musnahlah.

Kamarku besar dan sangat mewah.... dan ini hanya untuk seorang - pisah ranjang nih ceritanya -.. (Ya iyalah 21,000 yen per malam..). Yang paling asik toiletnya... mmmm bayangin cawik dengan air anget yang menyembur lembut... heheheh... asssemmmmm ndeso tenan!!!
Nggak mau buang waktu. Meski nanti malem masih harus sinau buat besok, segera aku mencari info apa yang bisa aku lakukan dalam 4 jam.. Maka meluncurlah kami ke Akasaka Mitsuke Station untuk naik Metro.

Dengan susah payah bahasa tarzan... berhasil pulalah mendarat di Asakusa Cannon Temple. Sambil jalan menikmati sandwich ice cream Ogura yang lumer... menikmati Jepang kecil.... Menurutku sih nggak terlalu istimewa. Lihat ada air awet muda, ada lukisan indah di langit-langit temple..dan birunya langit ..



Dari Asakusa jalan dikit untuk cari oleh-oleh (daripada dimarahi gankku..). tempatnya di Nakamise Shopping Street, fixed price, ramai, tapi yo mahal tadi.

lapeerrrrr..... kayaknya paling enak maem Sushi... maka naik Metro lagilah kami. dan turun di Ginza (yang jelas nggak blanja.... lha sangu we ngutang je...poor me).

maem di warung Sushi kecil... dengan beraneka ragam sushi. dan aku jelas milih Unagi Sushi... ini paling hobi.... dan lihatlah berapa yang kami habiskan? mmmm hebat ya... hari ini kami bayar makan malam 1,680 yen.. lumayan, di Tokyo bung!!!! mana ada yang murah.

Malam itu, kami gunakan untuk berdebat panjang persiapan besok. Emang bukan aku yang presentasi, tapi proposal ini sebagian besar dari otakku. dan kayaknya aku tambah nggak fit. suaraku ilang blas.

Paginya, meski asmaku kumat, tapi toh show must go on... ya dandan agak cantik dikitlah, kemudian maem di Blue Gardenia, lantai 40. Ini sarapan pagiku. sehat kan?

Lalu masuklah kami ke convention center... ini benar-benar pengalaman pertama dengan segala kendredegannya. gimana tidak. di meja dihadapan kami... bendera negara-negara ASEAN+3 berkibar kecil2. hahaha mereka mewakili pemerintah 13 negara.... gubrakkkkk %$#^H&^%$%.... mencekam.... Syukurlah semua berjalan dengan baik, revisi sana sini tidaklah masalah.

Malamnya, malam terakhir di Tokyo, kami nggak mau ikutan dinner. Jalanlah kami di Akasaka Line... Ehhhhhh ada tukang sol sepatu.. aku membayangkan betapa sering tukang ini beroperasi. Lha perempuan Jepang kalo jalan kayak manta KOWAD semua.. padahal pake high heels..... Banyak penjual bunga di sana-sini, mawar yang dikemas dengan baby breath, lavender kecil, dan bunga rumput. dibungkus kertas putih. so sweet... selalu bikin aku mellow.. Kemana aja sih kamu?? aku kangen...




Setelah bingung muter mau maem apa pilihan kami jatuh pada Yakiniku. dan ternyata warteg Jepang ini (karena kecil dan pelayannya anak muda 2, tapi bersih poll) tidak menyediakan menu dalam bahasa Inggris. hahaha ada yang lucu. ketika aku menunjuk sesuatu yang kukira udang. aku tanya... Shrimp?? hai... sure??? hai..... is this the price? hai.. semua hai...
dan ternyata yang keluar iso (usus sapi).. jadilah kami maem sate kere kayak di Solo. wealaaahhh... (ternyata pas pulang kubaca dalam buku jepang, hai, tidak selalu berarti ya. jadi jangan seneng kalau mereka bilang hai.... ada dua kemungkinan... ya atau mereka tidak ngerti tapi berusaha sopan...). Malam ini meski mahal (4,000 yen) tapi kami puas...

pagi-pagi benar, esoknya, aku bangun dengan bergegas. Pesawat jam 11, dan kami ingin mencoba Narita Express. Maka segera maem pagi American Sandwich, cari taksi, soalnya kopornya besar dan takut telat.. dan meluncurlah ke Tokyo Station...

Mmmmmmm... lumayanlah petualangan pendekku. Anggap ini adalah Appetizer.. karena aku masih akan sering ke sana (mudah-mudahan...)

4 komentar:

elys welt mengatakan...

lha pembuka aja dah banyak cerita ma foto2 gini, apalagi ntar yg utama ya Ka :)

asyik oii nonton sunrisenya, pas dah tinggi ya, terang banget

aku kok rung pernah maem sate usus sapi, enak nggak ?

kabarihari mengatakan...

Waduh jalan-jalan lagi.
Dan banyak makanan pula...

btw, ngga ada masalah ama makanan ni negeri orang mbak?

Larasati mengatakan...

di hotel mulia jakarta mbesenya juga canggih, banyu anget nyemprot dewe, trus kalo berada pas didepan closetnya bisa mbuka sendiri eng,,ing eng..hi..hi...

sate kere solo..? opo kuwi? pengen nyoba..

Anonim mengatakan...

nik wong pinter yo biso nang endi-endi yo. enak mbak akeh pengalaman.