Minggu, 05 Juni 2011

Chiang Kai Shek sampai ke Lover Bridge

Menysuri Taipe, adalah menyusuri perpaduan antara sejarah dan modernitas. Inilah yang disebut sebagai peradaban. Meski Indonesia lebih kaya raya dan indah... namun kerap peradaban di Indonesia tidak menampakkan diri.

Chiang Kai Shek Memorial Hall

Perjalanan dari Danshui ke Chiang Kai Shek memorial Hall tidak membutuhkan waktu yang lama. Dengan MRT hanya kurang lebih 45 menitan. Dan dengan MRT yang super bersih, semuanya terasa nyaman.Tempat ini di kelilingi oleh taman, yang sederhana dan tertata rapi. Di plaza ini ada Liberty Square, National Theater and concert hall, juga istana kepresidenan

Gapura putih beratap biru, terlihat begitu megah menjulang... Chiang Kai Shek adalah presiden taiwan yang wafat pada tahun 1975. Presiden yang sangat dihormati. Dengan patung yang begitu besar di dalam istana kepresidenan

beruntungnya aku, karena pas sampai sana pas ada pergantian penjaga patung... Wah para tentara muda ini dengan sangat serius melakukan pergantian jaga. Dengan gerakan-gerakan atraktif, mereka memainkan senapan, dan menata diri untuk menjaga patung tersebut. Walaupun banyak orang yang foto didekatnya, dia sama sekali tidak tersenyum. Hahhaha hebat.

Di dalam gedung sendiri dilakukan pameran-pameran. selain barang2 sejarah, juga pameran yang lebih kontemporer...

Taiwan 101 Tower

Katanya ini adalah tower tertinggi kedua di dunia setelah Dubai. Dan mereka mengklain bahwa mereka memiliki lift tercepat di dunia. Lift ini mampu membawa pengunjung dari lantai dasar ke lantai pengamat di lantai 89 dalam waktu 39 detikSetelah dari Chiang Kai Shek, maka perjalanan dilanjutkan ke 101. Di depan ada tumpukan batu-bata berwarna warni yang bertuliskan nama para donatur. masih di depan tower ini ... [oya bagian bawah digunakan untuk Mall], terdapat tulisan LOVE yang cukup unik

Setelah membeli karcis kami masuk ke gedung berlantai 101 ini...Katanya gedung ini memiliki keunggulan yaitu fiber optik dan hubungan internet satelit yang dapat mencapai kecepatan 1 gigabyte per detik. Sebuah pendulum seberat 800 ton dipasang di lantai 88, menstabilkan menara ini terhadap goyangan yang timbul dari gempa bumi, angin topan maupun gaya geser dari angin. Pendulum ini dibikin menjadi ikon cantik, dengan berbagai warna yang menunjukkan karakter masing-masing. Dari atas... terlihat kota Taipei yang padat.

Lover bridge

Tontonan sore yang menarik adalah menyusur sungai Danshui menuju ke Lover Bridge. Danshui sendiri berarti air tawar. Dengan naik kapal, ini adalah spot terindah untuk memandang sunset. Sebelum masuk ke dermaga, kita bisa melihat begitu banyak jajanan, dan art performance yang begitu mengasyikkan. Para muda duduk berderet mengobrol, sebagian besar membawa anjing lucu mereka... menikmati sore di tepi sungai..

Kapalnya sendiri melaju dengan cepat.. Sampai di sana senja menjelang. Dan sangat cocok tempat ini disebut sebagai Lover Bridge, karena memang suasananya romantis habis.

menanti senja
aku dan sore

National Palace

National Palace merupakan museum seni di taipei dengan koleksi lebih dari 600 ribu benda antik, museum ini sungguh menawan. Ini katanya wikipedia: The National Palace Museum was originally established as the Palace Museum in Beijing's Forbidden City on 10 October 1925, shortly after the expulsion of Puyi,[5] the last emperor of China, from the Forbidden City by warlord Feng YĆ¼-hsiang. The articles in the museum consisted of the valuables of the former Imperial family.

pintu masuk National Palace

Yang jelas... disamping kita bisa melihat keindahan benda-benda sejarah, kita juga bisa beli cindera mata yang sangat beragam.. cihuii... karena menurutku tempat lain tidak menjual cindera mata sekomplit museum ini

Tidak ada komentar: